Menurut Eniya, Indonesia sendiri memiliki potensi panas bumi yang cukup besar yakni 24 GW yang tersebar di Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Indonesia Timur.
Adapun, di dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas panas bumi sebesar 5,2 GW dalam 10 tahun ke depan, dengan target jangka menengah 1,5 GW dalam 5 tahun.
“Dalam 5 tahun ini mudah-mudahan bisa tercapai lebih dari 1,5 Giga Watt. Nah, dengan demikian, maka kalau 1,5 Giga Watt bisa tercapai, kita sudah 2,7 Giga Watt, angkanya saya gak apal tuh, yang US kan 3,6 Giga Watt. Nah, jadi kita sudah kejar-kejaran sama US untuk bisa mengimplementasikan Panas Bumi lebih cepat lagi,” ujarnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







