“Dulu, sebelum listrik ini masuk sampai ke pelosok Manggarai yang ke kebun itu bapa-bapa saja, karena mama-mama biasanya memasak dengan kayu bakar. Kalau sudah pakai kayu bakar kan artinya tidak bisa ditinggalkan. Harus dijaga.” Ujar Herybertus.
Ia menambahkan, “sekarang, dengan adanya listrik dia (perempuan) rata-rata memasak pakai rice cooker, jadi tinggal colokan saja dia sudah bisa ikut ke kebun bantu suaminya.”
Atau, “Kalau yang ekonominya lumayan buat cuci pakaian juga kan bisa pakai mesin cuci. Dari segi waktu, tenaga dan sebagainya sangat dibantu.” Ujar Hery Nabit.
Pun demikian juga buat anak-anak kita yang masih usia sekolah dengan sistem pembelajaran yang serba digital. Buat belajar di rumah sudah ada listrik, mengerjakan tugas rata-rata menggunakan gadget, laptop dan seterusnya yang tentunya sangat membutuhkan listrik.
“Jadi, hemat saya sejauh ini pemanfaatan listrik ini sangat membantu pekerjaan perempuan dan anak-anak kita, itu di Manggarai, saya tidak tahu persis di tempat lain di Flores ini. Tetapi, saya yakin kondisi itu hampir sama, di Ngada, di Ende, Maumere atau di mana pun di Flores yang sudah ada listriknya.”
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







