Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Hidup kita berada dalam Kasih Penyelenggaraan Ilahi. Dia belum selesai membentuk kita. Tangan kasihNya senantiasa membentuk kita menjadi seperti yang Dia mau. Menjadi baik menurut ukuran Allah. Seturut kata Nabi Yeremia, Kita ini, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kita ini di tangan Allah. Apabila kita ini rusak oleh dosa dan kegelapan duniawi maka kita tidak akan pernah dibuangNya. DIA akan membentuk kita kembali menjadi lebih baik menurut keinginanNya. Tentu di sana, ada pedih, luka dan salib yang mengiringi pengerjaanNya supaya kita sadar bahwa di sanalah jalan menuju kesempurnaan.
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Senada dengan usaha kita untuk menjadi baik menurut ukuran Allah, hari ini kembali kita mendengarkan perumpamaan tentang kerajaan Sorga. Kerajaan Sorga digambarkan dengan pukat yang dilabuhkan di laut untuk mengumpulkan pelbagai jenis ikan. Ikan baik akan disimpan di dalam pasu, sedangkan yang buruk akan buang. Ikan yang baik adalah ikan yang hidup, ikan yang berani melawan Arus gelombang. Sedangkan ikan yang buruk adalah ikan yang mati. Tentu ikan yang hidup itu yang disimpan dan ikan yang mati itu yang dibuang.
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Dalam proses mengisi kehidupan ini, kita berusaha untuk menjadi ikan yang baik.
Tentunya, ini adalah perjuangan seumur hidup. Kita harus menjadi yang baik bagi ALLAH, baik menurut ukuran Allah dan bukan menurut ukuran manusia. Laut sebagai gambaran dunia yang penuh dengan tantangan dan cobaan menarik kita untuk berani melawan arus dan ombak. Berani melawan tawaran dunia yang begitu nikmat yang kerap membuat kita terlena dan terbuai.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







