Tidak Cukup Mengenal Yesus Tapi Harus Bisa Mengalami Yesus?
“Di manapun kita menemukan kebencian dan kegelapan, semoga kita berani membawa cinta dan harapan, supaya memberi wajah yang makin manusiawi pada masyarakat kita” Paus Fransiskus
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Ada banyak cara yang kita tempuh agar dapat mengenal Yesus, misalnya melalui Alkitab, katekese bersama, pendalaman Kitab Suci, dan lain sebagainya. Meski demikian, dosa kadang menjadi penghalang utama bagi kita untuk mengenal ALLAH dan untuk mengalamiNya dalam peristiwa hidup kita.
Gambaran orang fasik dalam bacaan pertama adalah orang-orang baik yang telah kehilangan kebaikan dengan membiarkan kuasa kegelapan dan dosa memenuhi diri. Maka tak mengherankan jika dari dalam mulutnya, orang fasik hanya berbicara tentang dusta dan bagaimana menyingkirkan orang baik (Keb 2: 12). Orang fasik tidak akan pernah bertahan dalam hidupnya bila ada orang baik.
Karena itu, segala usaha dan tindakan dilakukan oleh orang fasik agar dapat menyingkirkan orang yang baik. Persis seperti ini yang YESUS alami pada hari ini. Di mana kehadiranNya sungguh memberikan kecemasan yang luar biasa bagi orang-orang Israel ( Yoh 7). Kehadiran Yesus sungguh mencemaskan dan menggelisakan orang-orang sezamanNya. Mereka mengetahui siapa itu Yesus tetapi mereka tidak sampai pada mengalami Yesus dalam hidup harian mereka.

Pengalaman yang membawa kita sampai pada mengalami Yesus akan membawa kita untuk sampai mengasihi Allah dan mencintai sesama. Belajar untuk melakukan kehendak Allah adalah salah satu cara bagaimana kita mengalami Allah dalam hidup kita. kita mematikan segala keinginan duniawi kita dan membiarkan hanya kehendakNya yang terjadi di dalam hidup kita. kehendak Allah atas hidup kita membawa kita pada hidup yang penuh dengan sukacita sebab kehendak Allah merobohkan tembok kesombongan, menjembatani jurang ingat diri dan cemburu dan menyatukan hati yangsedang bertikai dan penh dengan dendam dan kebencian.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






