Renungan Katolik, Menatap Sesama dengan Tatapan Kasih

Ingatlah selalu bahwa: Ketika kita lebih mudah melihat kekurangan dan kelemahan orang lain serta menceritakannya kepada orang lain sesungguhnya kelemahan dan kekurangan kitalah yang kita ceritakan kepada orang lain. Diri kita yang sedang sakit. Diri kita yang sedang membutuhkan belas kasih dan kemurahan Allah untuk mengambil balok dari mata kita sendiri agar kita bisa melihat sesama dengan jelas. Mata hati kita yang buta. Mata hati kita telah dibutakan oleh sakit hati, cemburu, amarah dan iri hati.

YESUS dalam bacaan injil hari ini, mengingatkan sekaligus menegaskan kepada kita untuk memiliki tatapan kasih. Kasih tidak melihat kesalahan orang lain, tapi Kasih akan menuntun orang lain untuk berjalan di jalan yang damai, dan penuh sukacita. Kasih tidak mengamat-amati kesalahan orang lain. Tatapan kasih membuang segala jenis balok dan selumbar yang ada di mata kita.

Sahabat Sandal Seribu yang terkasih,
Saat terindah di dalam hidup kita adalah saat dimana kita sungguh merasakan Kasih Allah. Kita harus mengalami sendiri bagaimana Allah mengasihi kita orang berdosa ini dan memandang kita dengan tatapan belas kasih. Bertitik tolak dari pengalaman inilah maka kita bisa menuntun sesama untuk berjalan menuju Allah dan mampu menerima keterbatasan dan kekurangan orang lain. Tidak lagi memandang kekurangan dan keterbatasan sesama. Tuhan mengasihi kita, apa sebab kita tidak mengasihi Allah dan sesama?

Dio Vi Benedica

Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr
Paroki Santu Yusuf, Benteng Jawa

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel