Seorang kudus pernah mengatakan, “Saat kita menyebut maria, saat yang sama maria akan menyebut yesus bagi kita”. Maria tidak dipisahkan dari Puteranya Yesus Kristus. Bahkan hari ini, ada Maria di dekat salib itu. Saat para rasul dan semua pengikutNya meninggalkan YESUS yang sengsara, MARIA ada sampai di bawah kaki salib. Maria sungguh merasakan apa yang Puteranya rasakan.
Sedih dan pilu hati seorang ibu, mengalir deras dalam diri Maria, tapi CINTA menguatkan kakinya untuk setia berdiri di bawah kaki salib. Maria selalu hadir di setiap penderitaan Puteranya. Santo Yohanes Paulus II, pernah mengatakan, Maria, perawan suci dalam ziarah iman dan mempertahankan dengan setia kesatuan dengan putera sampai di salib di mana ia tegak dengan bantuan Tuhan. Ia turut menderita dengan dahsyat bersama puteranya dengan hati seorang ibu sambil menyetujui dengan penuh kasih sayang persembahkan korban yang ia lahirkan.
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Sebagaimana Maria selalu ada dekat Puteranya, di dekat salib Puteranya, Maria juga selalu hadir dalam setiap penderitaan kita anak-anaknya. Maria selalu berdiri dekat di salib-salib kehidupan kita. Maria tidak pernah membiarkan kita berdiri dan berada sendiri di tengah penderitaan yang kita alami.
Sebagai Bunda Yang Berdukacita, Maria selalu ada bersama kita di tengah persoalan yang kita hadapi. Oleh karena itu, sebagai putera-puteri Maria, jangan pernah merasa sendirian. Merasa sepi dan ditinggalkan di tengah persoalan dan badai kehidupan ini. Sebab Maria selalu ada bersama kita, dia menemani kita, bahkan dia selalu berdiri di dekat kita, di dekat salib kehidupan kita.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







