Kita harus berani berbuat kebaikan bagi sesama sebab itu menjadi cermin perlakukan kita kepada diri kita sendiri. Ketika kita bisa menerima diri kita apadanya, maka kita juga bisa menerima kehadiran sesama apa adanya mereka, dengan segala kelemahan dan kekurangan yang mereka miliki.
Marilah kita kembali ke dalam keluarga dan komunitas kita, terimalah dan perlakukanlah mereka sebagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri. Kalau kita membenci orang lain sesungguh kita juga sedang membenci diri kita sendiri. Kalau kita tidak bisa menerima kekurangan orang lain, sesungguhnya kita juga belum bisa menerima kekurangan yang ada di dalam diri kita. Ketika Kasih Allah telah memenuhi seluruh hidup kita tanpa kecuali, maka kita akan mampu untuk memperlakukan sesama sebagaimana kita memperlakukan diri sendiri dengan Kasih Allah yang telah memenuhi hidup kita.
Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr
Paroki Santu Yusuf, Benteng Jawa
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan