Religi  

Renungan Katolik, Kasih Mengusir Ketegaran Hati!

Ketegaran Hati
Pastor Riano Tagung, Pr Pastor Rekan Paroki Tanggar

Hari Biasa, Pekan Biasa VII
Mrk 10:1-12

(Tahun VI-SS/56/2/2022)

Pastor Ryano Tagung, Pr

Marilah kita berdoa:
ALLAH BAPA MAHABAIK, syukur berlimpah atas rahmat, cinta dan pengampunan yang telah Engkau anugerahkan kepadaku hari demi hari. Engkau tak pernah mengingat-ingat kesalahan yang telah kuperbuat. Aku mohon dengan segala kerendahan hati, bukalah hati ku agar embun kasihMU, melembutkan hatiku yang keras sehingga akar-akar kejahatan di dalam hatiku bisa dicabut dan aku dapat berdamai kembali dengan Engkau dan meninggalkan cara hidupku yang lama. Dengan Pengantaraan Yesus Kristus PuteraMu, Tuhan kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa, Amin.

Pada suatu hari Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan. Di situ orang banyak datang mengerumuni Dia, dan seperti biasa Yesus mengajar mereka. Maka datanglah orang-orang Farisi hendak mencobai Yesus. Mereka bertanya, “Bolehkah seorang suami menceraikan isterinya?” Tetapi Yesus menjawab kepada mereka, “Apa perintah Musa kepada kamu?” Mereka menjawab, “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.”

Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Karena ketegaran hatimulah Musa menulis perintah untukmu. Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka pria dan wanita; karena itu pria meninggalkan ibu bapanya dan bersatu dengan isterinya. Keduanya lalu menjadi satu daging. Mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia.” Setelah mereka tiba di rumah, para murid bertanya pula tentang hal itu kepada Yesus.

Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan wanita lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan pria yang lain, ia berbuat zinah.”

Kasih Mengusir Ketegaran Hati!

TIGA kata yang perlu digunakan agar kasih tampak dan bertumbuh dalam keluarga yaitu: Tolong, Terima Kasih Dan Maaf. Kata-kata ini akan melindungi dan merawat kasih di dalam keluarga setiap hari. Paus Fransiskus

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih,
Tidak ada manusia yang sempurna. Kita memiliki keterbatasan, kekurangan dan ketidaksempurnaan. Meski demikian, KASIH YANG SEMPURNA akan menarik kita untuk saling menerima dan melengkapi setiap kekurangan dan keterbatasan yang kita miliki.

Oleh karena itu, perlu sekali untuk menumbuhkembangkan KASIH di dalam hidup melalui kata-kata dan perbuatan. Wujud KASIH yang sejati nampak dalam dua hal yaitu hubungan persahabatan (bacaan pertama, Sir 6:5-17) dan dalam Hubungan Suami Istri (bacaan Injil, Mrk 10:1-12). Relasi antar sahabat adalah relasi KASIh, yang menjadikan sahabat sungguh tak ternilai dan harganya tidak ada tertimbang (Sir 6:15). Sahabat akan menjadi obat kehidupan, tempat perlindungan yang aman dan kokoh (Sir 6:14).

Relasi antar sahabat ini mendapat wujud yang lebih erat lagi dalam Perkawinan. Karena itu, perkawinan adalah kesempatan dua orang untuk bertumbuh dan berkembang dalam kepenuhan KASIH KARUNIA yang telah dicurahakan Allah kepada pasangan suami istri. Kepenuhan Kasih Karunia ini yang memungkinkan seseorang untuk tidak tinggal di dalam ketegaran hati (bdk Mrk 10:5).

Ketegaran hati suami atau istri terjadi karena kurangnya KASIH KARUNIA di dalam rumah tangga. Ketegaran hati juga akan merusak hubungan persaudaraan di dalam komunitas di mana setiap anggota akan mempertahankan ego dan kepentingan diri sendiri.

Marilah kita kembali ke dalam keluarga dan komunitas kita dengan KASIH YANG BERGAIRAH. KASIH YANG BERGAIRAH melambangkan persatuan hati kita dengan Allah. Hanya denga kasih ini, kita bisa menerima setiap kekurangan dan keterbatasan sesama anggota komunitas kita atau pasangan hidup kita sebagai suami atau istri.

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan kami dengan mengikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV