Religi  

Renungan Katolik, Bertobat: Mencabut Akar Kejahatan dari dalam Hati

Tatapan Kasih

Hari Biasa, Prapaskah I
Yeh. 18:21-28;Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8; Mat. 5:20-26
[Thn. VI-SS/70/3/2022]

Pastor Riano Tagung, Pr

Marilah kita berdoa:
ALLAH BAPA MAHABAIK, syukur berlimpah atas rahmat , cinta dan pengampunan yang telah Engkau anugerahkan kepadaku hari demi hari. Engkau tak pernah mengingat-ingat kesalahan yang telah kuperbuat. Aku mohon dengan segala kerendahan hati, bukalah hati ku agar embun kasihMU, melembutkan hatiku yang keras sehingga akar-akar kejahatan di dalam hatiku bisa dicabut dan aku dapat berdamai kembali dengan Engkau dan meninggalkan cara hidupku yang lama. Dengan Pengantaraan Yesus Kristus PuteraMu, Tuhan kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa, Amin.

Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Kalian telah mendengar apa yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; barangsiapa berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahan di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahan di depan mezbah itu, dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahan itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim, dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya, dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

Bertobat: Mencabut Akar Kejahatan dari dalam Hati

Biarkanlah Hati kita terus berkembang di dalam kasih kita kepada ALLAH, bergumul bersama dengan ALLAH setiap hari dan bertobat, supaya kita kembali ke dalam pelukan KerahimanNya.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Ada banyak akar kejahatan di dalam hati kita yang membuat kita kehilangan kasih kita kepada ALLAH dan sesama. Akar-akar kejahatan itu kerap membuat kita terpisah dari cinta kasih ALLAH. Kita tidak setia lagi, cepat marah, cepat emosi. Kemudian kita kurang lagi bertekun dalam doa dan berbuat baik. Lebih cepat menaruh dan mengawetkan dendam di dalam hati kita ketimbang menaruh dan mengawetkan kasih dan pengampunan. Masih banyak lagi, akar-akar kejahatan yang mesti kita sadari sekarang dan mulailah mencabutnya satu per satu.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
Hari ini, kita kembali mendengarkan kotbah YESUS di atas bukit. Yesus berkata kepada para muridNya bahwa jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahlit Taurat dan orang-orang farisi, alian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Jalinan relasi yang dekat, akrab dan intim dengan YESUS harus membawa sebuah perubahan di dalam hidup. Demikian yang YESUS harapakan dari para muridNya [termasuk kita saat ini] Kedekatan pata murid [dan kita] dengan YESUS, pun harus membawa sebuah perubahan yang total mulai dari cara melihat, cara merasakan, cara berpikir dan cara bertindak.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS,
Mata, hati, pikiran dan perbuatan kita adalah pintu masuk bagi kejahatan. Kejahatan mengintip di setiap mata, hati, pikiran dan perbuatan kita untuk membawa kita menjauh dari KASIH ALLAH. Kejahatan menawarkan kenikmatan yang membuat mata kita merasa puas, hati merasa teduh, pikiran merasa tenang dan perbuatan kelihatan menyenangkan.

Akan tetapi, semuanya itu sifatnya sementara belaka. Karena itu, YESUS mendorong kita untuk bertindak lebih dalam penghayatan iman kita. Jika kita sungguh merasakan kedekatan yang sangat intim dengan YESUS maka itu harus kita wujudkan dalam hidup harian kita. Jangan lagi ada permusuhan. Jangan ada lagi dendam. Dendam, permusuhan dan amarah, membuat mata, hati, pikiran dan perbuatan kita kehilangan cahaya KASIH ALLAH.

Apa yang kita lihat dalam diri saudara kita, selalu salah di mata kita. Hati menjadi keras untuk merasakan kebutuhan dan keperihan hati saudara. Pikiran selalu berprasangka buruk dan picik kepada saudara. Pikiran selalu mengingat-ingat kesalahan dan kata-kata kasar dari saudara kita. Dan semuanya itu, berbuah pada perbuatan kita yang mulai menjaga jarak, mengurangi komunikasi dan mencari cara untuk balas dendam.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Masa Prapaskah adalah masa di mana kita berbalik dari cara hidup kita lama ke cara hidup yang baru, dengan berusaha, dengan bantuan rahmat dan cinta TUHAN yang telah dicurahkan kepada kita untuk mencabut setiap akar kejahatan yang ada di dalam hati kita. Allah mengasihi kita meski kita berdosa agar kita mau berbalik dari cara hidup kita yang lama dan tinggal di dalam kasihNYA. Dia tidak mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita. DIA justru mengalirkan rahmat pengampunan agar kita berbalik dari dosa kepada hidup.

Omnia Sunt Gratia Caritate Dei
Semua Karena Kasih Karunia Allah!
1 Kor 15:10

Servire Dio Con Amore e Gioia
Melayani Allah dengan Cinta dan Sukacita

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV