“Tapi kan memang yang menarik tarik menarik di antara pasangan 02 dan 03. Di situ ada satu sosok yang membuat bagaimana kita menyimpukkan mana yang daerah base traditional itu menjadi blur.”
“Pak Jokowi masih memegang KTA PDI Perjuangan, dan image merah itu juga ada di Pak Jokowi. Di situ saling memengaruhi,” ucapnya.
Yunarto bahkan menyebut ada yang mengatakan Jokowi ditopang oleh PDI Perjuangan, tapi ada yang mengatakan PDI Perjuangan dua kali menang di pemilu ditopang oleh sosok Jokowi.
“Jadi ketika Jokowi menempatkan anaknya langsung, dengan simbol ini kan yang ekstrem ya menurut saya, meskipun tidak secara eksplisit mengatakan deklarasi. Di situlah menurut saya kemudian penggerogotan terjadi dari sisi image.”
Ganjar Tumbang di Kandang Banteng
Hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei menyatakan bahwa Paslon Ganjar-Mahfud kalah di kandang Banteng yakni Jawa Tengah. Termasuk Bali Nusra.
Ganjar yang diusung PIDP tidak dapat meraih dukungan penuh di Jawa Tengah.
Padahal diketahui Ganjar merupakan mantan Gubernur Jawa Tengah dan merupakan basis PDIP.
Kekalahan Ganjar di Jawa Tengah bikin kaget Ketua DPC PDIP Solo, FX Rudy.
Pria berkumis itu seolah sedang bermimpi melihat hasil quick count (QC) yang ada di televisi.
Menurut FX Rudy, sungguh tak masuk akal, hasil yang diperoleh pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD bisa terjungkal di kandang banteng, Solo.
FX Rudy pun mengaku kecewa dengan hasil tersebut, namun dia berupaya keras untuk tegar.
Di Kota Solo, Jawa Tengah atau yang dikenal sebagai salah satu “kandang banteng”, suara pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sementara mengungguli suara Ganjar-Mahfud.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











