Rakyat Tempatkan PDIP di Dasar, Reaksi atas Sentilan Megawati: Jokowi Tak Ada Apa-apanya tanpa PDIP

Anies-Muhaimin memperoleh suara sebanyak 113. Sedangkan, Prabowo-Gibran 76 suara dan Ganjar-Mahfud 67 suara.

Sementara itu, suara tidak sah sebanyak 3 suara.

Jokowi Effect

Keunggulan Prabowo-Gibran dalam hitung cepat disebut dipengaruhi oleh efek Jokowi atau Jokowi efect.

Prabowo-Gibran berhasil unggul telak dari dua lawanny Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, menjelaskan hal itu dalam dialog KompasTV, Rabu (14/2/2024).

“Tapi pada akhirnya ya memang secara angka kita bisa melihat Jokowi effect ini menjadi sangat besar dengan Pak Prabowo,” jelasnya.

Menariknya, kata Yunarto, tadinya orang menduga Prabowo dan Jokowi akan seperti air dengan minyak jika digabungkan. Dan, bisa menyebabkan terpisahnya segmen pemilih.

“Walaupun banyak juga segmen-segmen yang menurut saya tidak bisa menerima keberadaan sosok Jokowi dengan Prabowo, yang menyebabkan masih ada yang memilih 03 bahkan 01.”

Dalam dialog tersebut, Yunarto juga menjawab pertanyaan tentang apakah pasangan Prabowo-Gibran mendominasi perolehan suara di semua provinsi pada pemilu kali ini.

“Kalau kita lihat sebaran data, walaupun baru sekitar 60 persen masuk data, hampir keseluruhannya setiap provinsi dikuasai oleh 02, dengan angka di atas 50 persen.”

Jokowi Tak Ada Apa-apanya

“Termasuk ketika berbicara daerah kekuasaan atau base voter traditional, daerah tradisional yang dulu misalnya kita melihat Bali dikuasai oleh pasangan dari PDI Perjuangan misalnya, Jawa Tengah,” jelasnya.

Menurut Yunarto, ada tarik menarik di antara pasangan 02 dan 03, yakni sosok yang menyebabkan base traditional itu menjadi tidak jelas.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel