Ia menambahkan, hal yang sama juga terkait eksplorasi dan produksi pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan di beberapa daerah di wilayah NTT yang tidak berkesesuaian dengan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah sehingga eksplorasi dan produksi Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan mengalami hambatan dan penolakan dari sebagian masyarakat.
Berdasarkan kondisi yang terjadi di lapangan maka Pemerintah Provinsi NTT memandang perlu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar program pengembangan geothermal di Pulau Flores serta eksplorasi dan produksi Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan di beberapa daerah di wilayah NTT dapat berjalan lancar, memberi manfaat bagi masyarakat dan ramah lingkungan. dengan mengedepankan mitigasi resiko.
Sementara itu, Bupati Manggarai, Herybertus Nabit dikonfirmasi media menerangkan rakor tersebut pada intinya bahwa bapak Gubernur NTT, Melky Laka Lena benar-benar berusaha mendengar dan memahami jalan pikiran para tokoh agama terkait keberatan atas eksploitasi Geothermal untuk penyediaan listrik.
Demikian Hery Nabit, dalam rakor tersebut memerlukan solusi agar polemik Geothermal ini bisa berhenti agar pembangunan pada bidang-bidang lain bisa berjalan.
“Solusi diperlukan supaya berbagai keriuhan di publik bisa berhenti sehingga proses pembangunan di berbagai bidang bisa segera berjalan.” Ungkap Herybertus via gawainya, Rabu, 9 April.
Maka untuk itu, lanjut Herybertus, akan dibentuk sebuah tim yg terdiri dari semua pihak yang terkait di antaranya Pemprov NTT, Pemkab, Perusahaan Pembangun Instalasi Geothermal, PLN, dan kelompok-kelomook Masyarakat baik yang pro maupun kontra.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







