Cepat, Lugas dan Berimbang

Protes Kehadiran Perusahaan Perusak Lingkungan di Sileu-leu Parsaoran, APUK Bentangkan Spanduk Raksasa

Spanduk raksasa ini dibentangkan menghadap ke langit dan drone diterbangkan untuk mengambil gambar dari atas.

Pesan dalam spanduk raksasa yang dibentangkan oleh ratusan orang anggota APUK menjadi pesan pada HUT RI yang ke 78 tahun yang ditetapkan dan disepakati bersama-sama oleh APUK.

Penolakan kehadiran PT. Gruti sudah lakukan semenjak tahun 2017 lalu. Beberapa kali warga telah melakukan aksi penolakan dan sempat ada bentuk pansus oleh DPRD Dairi. Namun, sampai saat ini nampaknya belum ada titik terang bagi warga yang tanahnya masuk ke dalam konsesi PT. Gruti dan perladangan warga yang sempat dirusak oleh PT. Gruti.

Pada Agustus 2022 yang lalu warga yang tergabung dalam APUK juga melakukan aksi untuk penolakan terhadap PT. Gruti, saat itu masa korban PT. Gruti bergabung dengan massa  terdampak DPM  bersolidaritas sehingga membentu aliansi. Walaupun pada dasarnya APUK tersebut bukan hanya untuk isu Gruti dan DPM namun untuk mencapai kesejahteraan petani di kabupaten Dairi.

Hal lain yang juga menjadi sorotan anggota APUK adalah dampak perubahan iklim yang sudah semakin mengkuatirkan petani di kabupaten Dairi. Sulitnya memprediksi musim, munculnya berbagai hama dan penyakit baru pada tanaman, musim kemarau dan hujan yang semakin panjang. Meningkatnya frekuensi bencana alam seperti hujan es dan angin puting beliung, suhu yang semakin panas. Dan, berbagai dampak lainnya menyebabkan turunnya produktifitas pertanian dan pendapatan petani.

Namun situasi kritis itu belum mendapat respon serius dari pemerintah. Komitmen penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030  yang dituangkan dalam National Determine Contribution (NDC) tidak selaras dengan kebijakan pembangunan nasional.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN