Bapak Goris menikah dengan ibu Genoveva Kukur pada tanggal 17 November 1959 di Ruteng dan dikaruniai 9 orang anak (5 perempuan dan 4 laki -laki): Ibu Petronela Meldi, Veronika D. Jelita, Maria Ati Pakung, Hilarius G. Pakung, Maria I. Delima, Yohanes Harapan, Petrus F. Nahar, Simeon Mon, dan Yasinta N. Pakung (Almh.)
Bapak Goris Pakung, telah mengabdi sebagai ASN dan tokoh agama dalam tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik pada lembaga pendidikan dasar sejak tahun 1956-1996 (40 tahun).
Banyak karya dan hasil perjuangan bersama pihak pemerintah dan swasta yang ia hasilkan. Misalnya, sebagai salah satu anggota pendiri SMP Persatuan Reok yang sekarang menjadi SMP negeri Reok. Selain itu, beliau juga sebagai salah satu anggota pendiri SMPK Tribakti Reok dan sekarang SMAK St. Gregorius Reok untuk ingat akan bapak Gregorius Pakung.
Atas semua jasa dan kebaikan bapak Gregorius Pakung pada tanggal 1 Juli 2009, beliau mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Masyarakat di kecamatan Reok dan dari Kapolres Manggarai. Pada Rabu, 19Juli 2023, bapak Goris menghembuskan nafas terakhir pada usianya yang ke-88 tahun dan meninggalkan istri, 9 orang anak, 25 orang cucu serta 8 orang Cece.
Gajah meninggalkan gading dan belalainya, bapak Goris Pakung meninggalkan begitu banyak kebaikan dan jasa bagi orang-orang di sekitarnya.

*Coretan kisah hidup seorang tokoh bapak Gregorius Pakung ini, ditulis oleh putra kedua bapak Petrus Rengka dari keluarga anak rona Wetok. Sumber tulisan dari bapak Yohanes Harapan, putra bapak Goris Pakung dan hasil wawancara langsung dengan keluarga bapak Gregorius Pakung.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan