Melalui hidup kontemplasi yang tinggi, beliau adalah pokok anggur yang bisa bertahan dalam hidup dan keluarganya, 88 tahun. Adalah sesuatu waktu dan kesempatan yang sangat luar biasa Tuhan berikan kepada mereka.
Tentu, ketaatan hidup dan kepatuhan yang luar biasa ini. Beliau salurkan kepada anaknya. Seorang putri bapak Goris, anak kedua, mempersembahkan ketaatan hidupnya kepada Allah. Dia adalah Suster Veronika D. Jelita, Suster Klara yang sudah mengabdikan hidupnya hanya untuk Tuhan.
Segala kebaikan bapak Goris selalu kami kenang, dan kami akan ceritakan kepada anak cucu dan keturunan kami. Semoga kami selalu belajar dari pribadi bapak Goris dalam hidup disiplin, bersih dan nyaman berguna bagi orang banyak.
Pesan bapak Goris Pakung kepada anak-anak agar selalu bersatu. Tetap menjadi satu seperti pokok anggur. Bapak dan Mama tidak bisa digantikan cinta mereka, tetapi istri dan suami bisa digantikan. Namun, cinta orang tua, kasih sayang bapak Goris dan Mama Geno untuk anak-anak kekal abadi selamanya.
Beristirahatlah dalam damai bapak Goris Pakung, do’akan kami semua yang sedang dalam perjalanan dan perjuangannya di bumi ini.
Profil Bapak Goris Pakung
Nama panjang Gregorius Pakung. Lahir di Ruteng pada 09 Januari 1936 sebagai anak pertama dari 13 bersaudara (7 laki -laki dan 6 perempuan). Orangtuanya, ayah: Felix Nggagur dan Ibu Monika Kiki.
Bagi kesanya, bapak Petrus Rengka dan Isidorus Namat dari Wetok sebagai anak rona ulu (asali keluarga mama). Mereka anggap bapak Goris sebagai kakak sekaligus kesa yang selalu ada baik dalam suka dan duka hidup mereka.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan