Cepat, Lugas dan Berimbang

PPK, Kontraktor dan Dinas PUPR Keroyokan Rampas Hak Warga Nanga

Warga Nanga
Bak air lama di Dusun Nanga, kindisinya kering tak terisi air. (Foto: infopertama)

Dinas PUPR Paksakan PHO

Demikian, Igen, “Kalo proyek air minum kan hasilnya ada airnya, yang ini kan hanya pipa saja. Anehnya, Pihak PU masih nekad lakukan serah terima.” Ucap Igen.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa, secara teknis proyek ini gagal total. Bagaimana mungkin proyek air minum yang keluar cuma udara, kesal Igen.

“Idealnya, sebelum proses tender pihak teknis sudah mengkajinya secara teknis agar air bisa mengalir sampai ke sini.” Ujarnya.

Ini ada persekongkolan jahat antar PPK, kontraktor dan pihak dinas yang kemarin datang lakukan PHO.

“Kemarin ada dari dinas, PPK dan Kontraktor. Saat di sini, airnya tidak mengalir, kemudian pekerjanya kembali ke Bea Ngiung tutup beberapa cabang sampai air mengalir. Tetapi airnya juga tidak sampe ke Bak.” Sebutnya.

Mereka juga kasih lubang pipa di samping rumah warga Nanga dan itu mereka dokumentasikan tuk laporan layak PHO.

Lebih jauh Ia menjelaskan, petugas yang datang kemarin itu janji bahwa air nanti tetap jalan, apapun caranya. Mereka juga meminta agar masyarakat secara swadaya tuk menguburkan pipa yang telah mereka pasang.

Ketahui, proyek Pembangunan Broncaptering di Desa Bere menggunakan APBD 2021. Adapun pagu anggaran senilai Rp632.949.483,74.

Sementara, pihak pelaksana proyek adalah CV. Wae Dalit Indah, yang beralamat Jln. Teratai Bilas, Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN