“Pada tahap awal ini kami menyalurkan 1,2 kilometer pipa HDPE. Secara keseluruhan direncanakan jaringan sepanjang 7,5 kilometer yang akan diberikan dan disambungkan secara bertahap, serta pembangunan tiga bak penampungan untuk mendukung distribusi dan menjaga ketersediaan air bagi masyarakat,” kata Adrys.
Adrys menambahkan, pelaksanaan setiap tahapan akan menyesuaikan kebutuhan di lapangan sehingga jaringan yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat merupakan salah satu aspek yang menjadi perhatian PLN dalam menjalankan program TJSL di sekitar wilayah pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“Melalui program TJSL, PLN berupaya memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah kerja kami. Dukungan terhadap sarana air bersih ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasarnya sekaligus memperkuat kolaborasi antara PLN dengan masyarakat sekitar,” ujar Manurung.
Manurung menambahkan, PLN akan terus mendorong program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar infrastruktur ketenagalistrikan.
“Kami berharap sarana yang diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Melalui pengembangan jaringan perpipaan dan sarana penampungan yang dilakukan secara bertahap tersebut, PLN UIP Nusra berharap akses masyarakat terhadap air bersih semakin baik serta dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga di sekitar PLTP Mataloko.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











