Di sisi lain, program budidaya hortikultura mendorong sektor pertanian Kabupaten Manggarai. Sebab banyak lahan tidur potensial yang terbengkalai, terutama di Kecamatan Satar Mese. Padahal, tanah di kecamatan ini tergolong subur dengan sumber air yang melimpah.
Hingga saat ini, sejumlah kelompok tani binaan telah berhasil meraup hingga jutaan rupiah melalui penjualan hasil tani budidaya hortikultura. Bahkan banyak di antaranya telah memiliki pelanggan tetap.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menjelaskan bahwa program transformasi lahan tidur menjadi lahan hortikultura untuk Desa Berdaya ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat sekitar wilayah kerja panas bumi.
“Bersamaan dengan pembangunan pembangkit listrik geothermal, kami juga memastikan masyarakat di sekitarnya tumbuh mandiri. Lahan tidur kami ubah bersama menjadi produktif, sarana air bersih kami bangun, dan masyarakat kini bisa menikmati hasilnya langsung dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rizki.
Program ini juga mendukung pencapaian SDGs di sejumlah bidang, seperti SDGs (1) Tanpa Kemiskinan, SDGs (6) Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDGs (2) Tanpa Kelaparan, SDGs (16) Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDGs (17) Kemitraan untuk Tujuan Pembangunan.
Rizki menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi antara PLN, pemerintah, kelompok tani, dan lembaga adat.
“Penghargaan ini untuk seluruh stakeholder yang terlibat. Bersama masyarakat, kita membangun desa mandiri hortikultura yang berdaya, sehat, dan selaras dengan transisi energi bersih. Inilah wujud nyata komitmen PLN dalam menghadirkan manfaat keberlanjutan bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Rizki.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







