“Harapan kami, mangrovenya tumbuh dengan baik, fasilitasnya semakin memadai, dan masyarakat bersama desanya semakin sejahtera. Apa yang kita tanam hari ini merupakan warisan bagi anak cucu kita nanti,” tambahnya.
Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Padak Guar, Moh. Husen. Ia menyampaikan bahwa keberadaan mangrove turut membantu menjaga kondisi pesisir sekaligus membuka peluang bagi pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor wisata.
“Kami dari pemerintah desa mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah berkontribusi melalui bantuan mangrove ini. Program ini membantu menjaga lingkungan sekaligus berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat karena wisatawan dapat tertarik untuk datang dan menikmati keindahan desa. Secara tidak langsung, program ini juga menjawab aspirasi dan kebutuhan masyarakat,” kata Husen.
Ia berharap kolaborasi antara PLN, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang. Menurutnya, keberadaan mangrove yang terawat diharapkan menjadi aset lingkungan yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Semangat gotong royong juga terlihat dalam pembangunan jalur tapak sepanjang sekitar 160 meter. Anwar, salah seorang warga Padak Guar, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut dikerjakan bersama masyarakat dengan menyesuaikan waktu luang masing-masing.
“Alhamdulillah, dengan bantuan PLN kita bisa menghidupkan mangrove sekaligus mengembangkan tempat wisata. Pengerjaan ini dilakukan secara gotong royong. Warga yang memiliki waktu luang datang untuk membantu, dan sekarang jalur sepanjang sekitar 160 meter ini sudah selesai,” ungkap Anwar.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











