“Proses pengerjaan itu saat ini berada di angka 80 persen, kami berharap dengan dukungan masyarakat dan juga pemerintah setempat pekerjaan ini bisa diselesaikan tahun 2025, setelah itu kita siapkan drilling di lapangan,” tambahnya.
Adapun terkait dinamika yang terjadi di lapangan tentang pemanfaatan air Tiwu Bala, kata Adrys, pihaknya akan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak dan terus bersinergi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah Kabupaten untuk memastikan informasi yang disampaikan akurat dan transparan.
“Ke depan akan ada banyak agenda sosialisasi, termasuk penjelasan kepada masyarakat terdampak tentang setiap tahapan proyek. Keterlibatan dan dukungan masyarakat serta pemerintah daerah sangat penting dalam hal ini,” tambahnya.
Persiapan pengeboran direncanakan pada 2026, dan selama proses berlangsung, PLN akan mengatur radius steril demi keselamatan dan akan mengomunikasikan setiap aktivitas, mulai dari mobilisasi hingga potensi dampaknya, agar masyarakat semakin memahami aktivitas-aktivitas PLN di lapangan.
Sementara itu, General Manager (GM) PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menjelaskan bahwa berdasarkan diskusi bersama tim verifikasi dan Pemprov NTT, salah satu langkah yang perlu diambil dalam pelaksanaan proyek ini ialah sosialisasi kepada masyarakat terdampak.
“Banyak masyarakat berharap penjelasan langsung dari PLN. Melalui media visit ini, kami ingin memastikan informasi yang mereka terima jelas, benar, dan bersumber dari pihak yang tepat,” kata GM Rizki.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







