Sementara itu, Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo, menambahkan bahwa studi akan difokuskan di wilayah Indonesia Timur yang memiliki potensi besar energi terbarukan serta menjadi jalur pelayaran penting milik ASDP.
“PLN menyambut baik kolaborasi global ini untuk meningkatkan pemanfaatan energi bersih dari hulu ke hilir, khususnya di sektor energi dan transportasi.
“Setelah sukses membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, PLN juga mendorong ekosistem kendaraan berbasis hidrogen sebagai solusi alternatif dekarbonisasi sektor transportasi, selain kendaraan listrik berbasis baterai,” ujar Hartanto.


PLN sendiri telah menunjukkan peran aktif sebagai pelopor dalam pengembangan ekosistem hidrogen hijau di Tanah Air.
Hingga saat ini, perusahaan telah memproduksi 203 ton hidrogen hijau melalui 22 Green Hydrogen Plant (GHP) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur HDF Energy untuk Asia Pasifik sekaligus Direktur Utama PT HDF Energy Indonesia, Mathieu Geze, juga menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendorong pemanfaatan teknologi fuel cell berbasis hidrogen hijau di sektor maritim nasional.
“Kami bangga menegaskan kembali komitmen terhadap masa depan Net Zero Emission melalui kolaborasi strategis ini.
“Kami ingin menempatkan Indonesia sebagai pelopor inovasi hidrogen hijau di kawasan Asia Pasifik.
“Teknologi fuel cell kami merupakan langkah maju penting dalam dekarbonisasi transportasi laut di Indonesia, sekaligus menjadi etalase inovasi Prancis di panggung global,” pungkas Geze.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












