Lebih tenang. Lebih dewasa. Lebih pede. Lebih tahu cara bicara yang bikin nyaman.
Bagi pria muda, ini kelihatan wow. Bukan ribet, bukan drama, bukan tarik-ulur ala sinetron.
Maka muncul pikiran di kepala emak-emak: “Pantes aja brondong suka, aku kan beda” Iya beda…tapi jangan lupa satu hal: beda itu belum tentu aman.
Fenomena Medsos – Emak-Emak Jadi ‘Incaran’
Di media sosial, fenomenanya makin terang. Emak-emak upload foto biasa aja. Brondong muncul dari mana-mana.
“Kak, boleh kenalan?” “Aku nyaman lihat senyum kakak”. “Kak tipe wanita dewasa idaman”.
Dan, emak-emak pun mulai bangga. Bukan bangga biasa… tapi bangga yang diam-diam bikin dada mengembang.
“Tuh kan, masih laku”
“Yang muda aja ngejar aku”
Padahal…yang ngejar belum tentu mau tanggung jawab. bisa jadi cuma lagi uji nyali.
Dari Senang ke Keterusan
Awalnya cuma balas singkat. Lalu jadi panjang. Jadi rutin.
Dan mulai muncul kalimat berbahaya: “Cuma temenan kok”
“Aku kan cuma ngobrol”
“Dia masih bocah, ngapain serius”
Tapi hati itu licin. Sekali merasa dihargai, susah berhenti. Apalagi kalau emak-emak lagi capek hidup, capek rumah tangga, capek realita.
Di situ muncul halu yang pelan-pelan: “Andai aku ketemu dia lebih dulu”. “Kalau sama yang muda, pasti lebih semangat”
Nah… ini bukan lagi fakta atau mitos. Ini sudah masuk wilayah AWAS.
Antara Halu, Nostalgia, dan Imajinasi
Jujur aja ya… kadang yang dicari itu bukan brondongnya. Tapi perasaan: diinginkan, dipuji, diperhatikan.
Ada juga yang diam-diam membayangkan:
“Yang muda kan energinya beda”
“Masih kuat, masih semangat”
Tenang… kamu nggak sendirian mikir gitu. Tapi yang bikin bahaya adalah ketika pikiran itu dibiarkan jadi kiblat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan