Rekonstruksi jati diri pers bukan berarti meninggalkan akar sejarah perjuangan 1946, melainkan menghidupkannya kembali dalam bentuk yang relevan dengan tantangan hari ini dan esok. Pers harus terus menjadi agen pemikiran kritis, penjaga moral bangsa, dan jembatan aspirasi rakyat.
Hari Pers Nasional bukan sekadar peringatan seremonial. Ini adalah panggilan bersama bagi seluruh elemen bangsa – jurnalis, pemerintah, masyarakat, akademisi – untuk merawat, memperkuat, dan mengarahkan pers agar tetap menjadi pilar demokrasi yang kokoh, penopang ekonomi yang berdaulat, dan penguat bangsa yang tangguh di tengah badai zaman.
Selamat Hari Pers Nasional 2026.
Mari kita jaga pers tetap sehat, agar Indonesia tetap kuat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan