infopertama.com – Sebuah kilang minyak utama Arab Saudi di pesisir Teluk menjadi sasaran serangan pada Senin (2/3/2026). Insiden ini terjadi ketika Iran meluncurkan gelombang serangan baru ke sejumlah negara di kawasan, memperluas dampak konflik yang terus berkembang.
Sumber yang mengetahui kejadian tersebut mengatakan kepada AFP bahwa serangan itu memicu kebakaran di kilang Ras Tanura. Namun, api dilaporkan berhasil dipadamkan tidak lama kemudian.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi, sebagaimana dikutip dalam pernyataan yang dipublikasikan Saudi Press Agency di platform X, menyebutkan bahwa dua drone menargetkan fasilitas tersebut dan telah berhasil dicegat.
Sementara itu, Kementerian Energi Arab Saudi mengatakan beberapa operasi di kilang Ras Tanura telah dihentikan pada Senin.
“Beberapa unit operasional di kilang tersebut ditutup sebagai tindakan pencegahan, tanpa dampak apa pun pada pasokan produk minyak bumi ke pasar lokal,” kata sumber resmi di kementerian dalam sebuah pernyataan yang dirilis Saudi Press Agency.
Kompleks Ras Tanura yang terletak di pesisir timur kerajaan di kawasan Teluk merupakan salah satu fasilitas energi paling vital di Timur Tengah. Lokasi ini menampung salah satu kilang terbesar di seluruh kawasan dan menjadi tulang punggung sektor energi Arab Saudi.
Kilang tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 550.000 barel per hari. Selain sebagai pusat pengolahan, Ras Tanura juga berfungsi sebagai salah satu pelabuhan ekspor minyak terbesar di dunia, menjadikannya simpul penting dalam rantai pasok energi global.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











