Ia menilai, pemeriksaan forensik diperlukan untuk memperoleh gambaran objektif mengenai bukti elektronik yang telah diserahkan kepada penyidik.
“Kami tidak ingin mendahului hasil pemeriksaan. Kami menyerahkan kepada penyidik dan Puslabfor untuk menguji secara objektif bukti elektronik tersebut,” ujar Dwi.
Ia menegaskan, pemeriksaan forensik penting untuk memastikan keaslian dan keterkaitan bukti elektronik dengan perkara yang sedang ditangani.
“Kami ingin semuanya terang. Siapa yang menggunakan perangkat, bagaimana komunikasi itu terjadi, kapan komunikasi berlangsung, dan apakah data elektronik tersebut autentik. Itu harus dibuktikan berdasarkan pemeriksaan, bukan asumsi,” ujarnya.
Sementara itu, konfirmasi telah dimintakan kepada Desy Ariatie terkait pemeriksaan dirinya sebagai terlapor serta dugaan penggunaan HP atau akun WhatsApp milik Irawati dalam komunikasi yang menjadi bagian perkara.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, Desy belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi tersebut.
Untuk diketahui, Polresta Bogor Kota melalui SP2HP menyatakan proses penanganan perkara masih berjalan dan penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan dari Puslabfor sebelum menentukan perkembangan selanjutnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







