Keunggulan lain dari mesin ini adalah fleksibilitas ukuran kemasan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar, baik kemasan kecil, sedang, maupun besar. Hal ini memberi peluang bagi pelaku usaha untuk melakukan inovasi produk dan memperluas jangkauan pemasaran.

Beberapa pelaku UMKM yang telah mencoba alat ini mengaku sangat terbantu karena waktu produksi menjadi lebih singkat, hasil kemasan lebih rapi, serta risiko kontaminasi dapat diminimalkan karena proses lebih sedikit bersentuhan langsung dengan tangan.
Budi Lakar menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari komitmen Pengang Tehnik untuk terus menghadirkan teknologi tepat guna bagi sektor pangan lokal.
“Kami ingin membantu UMKM agar bisa naik kelas dengan teknologi sederhana, hemat listrik, dan mudah digunakan,” pungkasnya.
Dengan hadirnya alat pengemas tempe otomatis berkapasitas 620 kemasan per jam ini, Pengang Tehnik membuktikan bahwa inovasi lokal mampu memberikan solusi nyata bagi industri kecil dan menengah serta meningkatkan daya saing produk tempe di pasar yang lebih luas.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











