Cepat, Lugas dan Berimbang

Pendemo Tolak Geothermal, Hery Nabit Sebut Tidak Mewakili Poco Leok

Senada disampaikan oleh perwakilan keluarga Todo Pongkor, Pit Ibu, pemicu yang membuat mereka sampai hadir ke kampung Mucu, yaitu sebut mereka sampah.

“Itulah yang memicu kami ke Mucu, Poco Leok, sebenarnya kalau sempat kami ketemu dia saat itu, kami hanya mau tanya itu ke dia, apa penyebab dia membuat pernyataan seperti itu,” tegas Pit Ibu.

Menurut Pit Ibu, satu hal yang menjadi perhatian seluruh keluarga Todo Pongkor ke Mucu saat itu, bahwa Bapak Petrus Jarus berjanji, bahwa semua warga Gendamg Mucu, Poco Leok, tidak boleh ikut Demo, apa lagi bicara yang tidak sopan.

“Setelah anak-anak saya yang datang kembali ke Ruteng, saya akan bikin tulisan di rumah Gendang Mucu, bahwa keturunan 4 keluarga besar dari Gendang Mucu tidak boleh ikut Demo di mana saja, kalau ada yang tetap ikut, jangan sesekali mengatasnamakan Gendang Mucu, itu tanggung jawab pribadi,” kata Pit Ibu.

Sementara jawaban dari yang menjadi Tetua dari 4 keluarga besar gendang Mucu-Poco Leok yaitu Bapak Petrus Jarus, bahwa apa yang disampaikan oleh orator demo di kantor Bupati Manggarai (5/6) saat itu, bukan atas dasar suruhan mereka dari Gendang Mucu.

“Bukan kami yang mengutus mereka ke atas (Ruteng), termasuk terkait kata-kata mereka saat itu yang mereka omong, bukan kami yang suruh,” sebut Petrus.

“Yang omong itu dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan, dan bukan bagian inti dari Gendang Mucu, Poco Leok,” imbuhnya.

Namun saat di Ruteng (5/6), orator itu mengaku apa yang dikatakannya mewakili Gendang Mucu, Poco Leok.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN