Cepat, Lugas dan Berimbang

Pendemo Tolak Geothermal, Hery Nabit Sebut Tidak Mewakili Poco Leok

Dia menyampaikan, seluruh keluarga besar sangat kecewa dengan pernyataan salah seorang yang mengaku dari Mucu, Poco Leok itu. Ia menegaskan, bahwa untuk persoalan keluarga, tidak boleh disampaikan di muka umum.

“Kalau ada kesalahan dari keluarga tidak bisa disampaikan di tempat umum, ada prosedurnya, dan orang lain atau di luar itu tidak boleh tau, karena itu privasi keluarga,” ujarnya.

Menurutnya atas dasar itu keluarga Todo Pongkor sepakat pergi ke Mucu, Poco Leok.

“Ada dua misi yang hendak dilakukan ke Mucu, Poco Leok. Yang pertama mau menanyakan apakah yang utus orang-orang yang pergi demo dan utus juga apa yang mereka bicarakan itu perwakilan Gendang Mucu? Karena mereka mengaku diutus oleh Gendang. Kedua untuk memastikan apakah yang bicara saat orasi itu orang dari 4 keluarga besar di Gendang Mucu Poco Leok? Kalau itu bagian dari mereka kami pasti sebagai Todo Pongkor, pas lah kalau kami mengajukan protes ke mereka,” jelas Marsel.

Lebih lanjut kata Marsel, semua yang hadir ke Mucu, saat itu murni sebagai keluarga Todo Pongkor, tidak ada embel-embel lainnya.

Selanjutnya sebut Marsel, bahwa apa yang di ucap oleh orang yang mengaku suruhan dari Gendang Mucu itu sangat menyakitkan.

“Oleh karena itu kami terus bertanya ke Bapak Petrus, kami tetap akan terus mencari cara agar bisa bertemu dengan dua orang itu sehingga mereka dua bisa mempertanggung jawabkan omongannya,” sebut Marsel.

Setelah itu kata Marsel, Bapak Petrus yang didampingi oleh beberapa warga di Mucu, menyampaikan maaf kepada seluruh keluarga Todo Pongkor, “mereka setelah itu mengambil satu botol Tuak (Arak) untuk meminta maaf dan juga meminta agar anak mereka pak Hery bisa pergi ke Mucu Leok, itu mereka tunjukan keputihan hatinya bahwa mereka akui ada hubungan keluarga,” ungkap Marsel.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN