Tidak hanya sekadar memeriksa fisik, tim dokter dan relawan medis melayani warga dengan pendekatan humanis. Para tenaga medis memberikan konsultasi kesehatan tatap muka, menyampaikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di area pengungsian, serta membagikan obat-obatan, vitamin, dan suplemen pendukung guna menjaga sistem imun tubuh warga dari ancaman kuman penyakit.
“Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia dengan keterbatasan fisik dan anak-anak. Suasana pelayanan dibuat hangat dan ramah agar dapat memberikan pendampingan psikologis yang menenangkan bagi para penyintas bencana.” Ujar Fransiskus, Sabtu.
Rasa syukur dan apresiasi disampaikan oleh salah seorang penyintas warga lokal yang merasa sangat terbantu dengan kedatangan tim medis langsung ke pemukiman mereka.
Sementara itu, pihak pengelola layanan mengukuhkan komitmennya untuk terus menggelar aksi Peluk Sehat Mobile secara berkala guna memantau kondisi kesehatan warga serta mencegah terjadinya lonjakan penyakit menular di wilayah terdampak bencana.
Rangkaian kegiatan pelayanan kesehatan lapangan tersebut diakhiri dengan seruan semangat kebersamaan antara tim medis dan warga melalui jargon layanan, “Salam Peluk Sehat — Memeluk Dengan Hati!”
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











