Pejamkan Mata Ketika Menyebut Diri Kekasih

Pejamkan Mata

Pejamkanlah mata, lihatlah dengan mata hati yang bening
rasakan kedekatan cintamu yang telah engkau ucapkan dalam sunyi
sebab ketika tubuhmu bergetar karena aliran kehangatan cinta
itu tak lain karena seseorang sedang membelai rambutmu
dan mengusap keningmu serta memijiti kakimu

dendangkanlah nyanyian puji-puji untuk rindumu
karena setiap bunyi kerinduan hatimu adalah kasih untuk kekasihmu
yang menangis tatkala engkau meneteskan air mata
yang tak pernah tenang ketika engkau diam seribu kata

***(gnb:tm naris:jkt:senin:30.5.22)


Jangan Bertanya

jangan bertanya ketika aku sujud termangu
itulah hakekat lain dari hidupku
kepadamu tetap kuarahkan muka
cinta yang terucap tak pernah balik arah

jangan bertanya ketika aku terlihat menangis
itulah caraku untuk tidak bikin engkau perih
karena tak kuasa akan menahan amarah Tuhan yang naik pitam terhadap cinta kita
karena tak kuat aku menahan silau cahaya yang memancar deras menghadang

***(gnb:tm naris:jkt:senin:30.5.22)


Ketika Menyebut Diri Kekasih

ketika aku menyebut diriku kekasih
mengapa hatiku tidak damai
mengapa sepiku tak pernah pergi
wahai semesta, apakah yang disebut sepi itu
tak pernah kupanggil tapi selalu mengaliri waktuku

terngianglah sebuah warta dalam sunyi
dari suara seseorang yang aku kenal
berkata tentang kesepian yang hakiki
ialah ketika seorang manusia berbicara tak dipahami, bercerita tak dipercaya, mengingatkan tak dituruti, menyahuti tapi tak disambut

mungkin beginilah rindu mematangkan diriku benar-benar menjadi kekasih
untuk berkuasa atas diriku sendiri, atas hati, pikiran, mental, psikologi dan manajemen kejiwaanku sendiri
untuk selalu berbuat adil

berpikiran jernih dan seimbang, berhati samudera, bermental baja, bergembira, berbahagia, mengayomi dan melindungi siapapun yang bukan diriku
siapapun dia, engkau, dia dan kekasihku

***(gnb:tm naris:jkt:senin:30.5.22)

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV