Pejabat BMKG Dibuat Kaget, Gempa Tasikmalaya Belum Terpetakan

Tak lama berselang, gempa bumi kembali terjadi, tepatnya pada pukul 04.39.54 WIB dengan kekuatan M 2,8. Gempa itu berpusat di koordinat 7.38 LS dan 108.23BT atau 8 kilometer arah Tenggara Kota Tasikmalaya dengan kedalaman 10 kilometer.

Terakhir, gempa bumi kembali terjadi pada pukul 09.57.36 WIB dengan kekuatan M 2,9. Pusat gempa berada di koordinat 7.37 LS dam 108.26 BT atau 9 kilometer Tenggara Kota Tasikmalaya dengan kedalaman 10 kilometer.

Sebelumnya, Subkoordinator Penanganan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Erik Yowanda, mengatakan, tak ada dampak kerusakan maupun korban akibat gempa bumi yang terjadi pada Minggu. Namun, menurut dia, guncangan gempa bumi itu sempat membuat masyarakat khawatir.

“Masyarakat menjadi khawatir, karena hari ini ada tiga kali gempa. Jangankan masyarakat, kami juga bertanya-tanya ini ada apa,” kata dia saat dikonfirmasi Republika, Ahad.

Menurut dia, kekhawatiran masyarakat termasuk wajar, lantaran pernah diguncang gempa besar pada 2017. Ketika itu, banyak kerusakan yang timbul akibat gempa bumi tersebut.

Namun, ia menambahkan, baru kali ini terjadi gempa bumi yang berpusat di wilayah Kota Tasikmalaya. Selama ini, gempa bumi yang terasa di Kota Tasikmalaya umumnya bersumber di daerah lain.

Erik mencontohkan, gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan pada 2017, sumbernya berada di wilayah pesisir Kab. Tasikmalaya. “Namun yang pesatnya di Kota Tasikmalaya baru kali ini,” kata dia.

Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya pernah membuat penelitian terkait potensi gempa bumi di daerahnya. Itu dilakukan untuk kebetuhan menentukan rencana detail tata ruang (RDTR). “Kami juga masih menyelesaikan kajian risiko bencana. Tahun ini baru di empat kecamatan tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan bisa dilaksanakan kembali (kajian risiko bencana),” kata Erik.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel