Patah Hati Terasa Menyakitkan, Begini Penjelasannya

“Patah hati tampaknya melibatkan beberapa mekanisme saraf yang sama dengan rasa sakit fisik,” tutur dia.

Respon Pada Jantung

Menurut Mayo Clinic Neurology Board Review, sistem saraf simpatik dan parasimpatis yang biasanya mengimbangi satu sama lain dapat diaktifkan selama patah hati. Sistem saraf simpatik bertanggung jawab atas respons perlawanan tubuh, mempercepat detak jantung dan pernapasan. Sementara sistem saraf parasimpatis bertanggung jawab atas tubuh saat istirahat.

Lee mengatakan, hormon yang dilepaskan saat patah hati mengaktifkan dua bagian sistem saraf ini. Otak dan jantung yang merespons menjadi bingung karena menerima pesan yang campur aduk.

“Hal ini bisa mengakibatkan gangguan pada aktivitas listrik jantung, dengan variabilitas detak jantung yang lebih rendah,” kata dia.

Menurut makalah tahun 2019 dalam Frontiers in Psychiatry, seringkali orang dengan variabilitas detak jantung rendah akan menunjukkan gejala seperti kelelahan, kecemasan, depresi, dan kurang tidur. Variabilitas detak jantung dapat digunakan untuk menilai keadaan klinis pada pasien depresi.

Ternyata ada sistem yang rumit sekali dalam tubuh ini saat merespons rasa kecewa akibat patah hati. Meski begitu, semoga kita termasuk orang yang cepat me-recovery kondisi hati dan tubuh saat mengalami patah hati.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel