OMK Pax Christi Sulap Limbah Ayam Jadi Pupuk, Bangun Kemandirian Ekonomi Anak Muda

OMK Mulai Belajar Mengelola Usaha

Pendampingan tidak hanya menyentuh aspek kebun dan kandang. Tim PkM juga membantu anggota OMK Pax Christi menata pengelolaan usaha.

Anggota belajar mencatat produksi dan keuangan, menyusun standar operasional prosedur (SOP), serta melakukan evaluasi. Catatan tersebut membantu kelompok mengetahui biaya yang mereka keluarkan, hasil yang mereka peroleh, dan kebutuhan pengembangan usaha.

Tahap berikutnya mencakup penguatan identitas produk, pengemasan, promosi, penggunaan media digital, dan pencarian jaringan pasar.

Yulia menilai kemampuan menghasilkan produk perlu berjalan bersama dengan kemampuan memasarkannya.

“Ke depan, tantangannya bukan hanya bagaimana kelompok mampu menghasilkan produk, tetapi bagaimana produk tersebut memiliki nilai tambah,” ujar Yulia yang juga Sekretaris Wakil Rektor III Unika Ruteng.

Menurutnya, konsep circular farming juga dapat menjadi bagian dari identitas produk. Kelompok dapat menunjukkan kepada konsumen bahwa mereka memanfaatkan sumber daya lokal dan mengolah limbah ternak menjadi pupuk.

Rio: Kami Mulai Memahami Hubungan Kebun dan Kandang

Bagi anggota OMK Pax Christi, kegiatan tersebut memberi pengalaman langsung dalam mengelola usaha pertanian dan peternakan.

Ketua OMK Pax Christi, Rio, mengatakan pendampingan membuat kelompok mulai memahami hubungan antara kebun dan kandang.

“Selama ini kami jalan sendiri-sendiri antara kebun dan kandang. Sekarang kami mulai belajar bagaimana limbah dari satu sisi bisa menjadi manfaat untuk sisi lainnya. Dari kotoran ayam misalnya, kami belajar mengolahnya menjadi pupuk untuk mendukung kegiatan di kebun,” ujar Rio.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel