Tim PkM mendampingi anggota dalam meningkatkan mutu bibit, mengatur produksi, serta mengenali telur yang berpotensi menghasilkan bibit ayam. Anggota juga belajar mengolah kotoran ayam menjadi bokashi.
Bokashi tersebut dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman di kebun. Sementara itu, jagung dan hasil hortikultura memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan pakan.
Drh. Yulia menjelaskan bahwa konsep circular farming mengajarkan kelompok untuk menggunakan kembali sumber daya yang tersedia.
“Pola ini membuat kebun dan kandang saling menunjang,” jelasnya.
Dengan pola tersebut, anggota tidak hanya menghasilkan produk dari kebun dan kandang. Mereka juga belajar mengurangi pemborosan dan memanfaatkan limbah sebagai bagian dari proses produksi.
Limbah Tidak Lagi Dipandang sebagai Sisa
Pengolahan kotoran ayam menjadi bokashi menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Anggota OMK belajar bahwa limbah dari kandang masih dapat memberikan manfaat bagi usaha pertanian.
“Dengan cara itu, kelompok dapat memanfaatkan kembali sumber daya yang tersedia, mengurangi pemborosan, dan menekan ketergantungan pada input dari luar,” kata Yulia.
Baca juga: Akhiri Pengabdian Panjang, Lamber Paput Pimpin Apel Terakhir sebagai Plt. Sekda
Menurutnya, pendekatan tersebut juga mengubah cara kelompok melihat limbah. Limbah tidak hanya menjadi sisa yang harus dibuang, tetapi dapat menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna dan peluang ekonomi.
Pola ini sekaligus mendukung konsep zero waste, karena kelompok berusaha menggunakan kembali hasil samping dari kegiatan pertanian dan peternakan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





