Cepat, Lugas dan Berimbang
https://funny-tooth.com/dFm.F/zmdsGsNbvYZeGvUA/yermT9vuDZdUWl/kiPmTlcgwNMTzwM_1WMFTPc/thNBzXAyz/Mvz/UWyXMDQk

Oktaf Paskah, St Richard dr Chichester

Bacaan I Kisah Para Rasul 3:1-10
Mazmur Tanggapan Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9

(Ref: Biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan)
Injil Lukas 24:13-35

“Padahal kami…
Luk 24:21
(Nos autem)

Banyak pikiran, banyak harapan, banyak mau-maunya. Banyak hasrat dan keinginan. Semuanya dikerangkakan dalam hati dan kepala. Disusun dalam kepastian hasrat hati dan jiwa.

APA yang diharapkan itu sepantasnya menyenangkan. Iya, membawa sukacita. Sejajar lurus dengan segala kerinduan dan hasrat jiwa. Sudahlah!  Kita memang mengimpikan segala sesuatu terjadi dan berlaku sesuai rasa hati dan kehendak kita.

DI perjalanan menuju Emaus, dua murid itu larut dalam ketidakcocokan antara harapan dan kenyataan. “Padahal kami dulu mengharapkan…..” adalah kisah hati penuh kecewa. Yesus yang dibanggakan itu tak sesuai dengan harapan dan kerinduan. Dia ‘mati di tangan para pemimpin…’ Yesus yang dirindu tampil sebagai pembebas, nyatanya bukanlah Yesus pemenang!

MARI tengok jalan hidup kita!

JALAN hidup kita bisa terjadi seperti itu. Yang kita harapkan pada orang tertentu, bahkan terhadap diri kita sendiri, nyatanya tak terjadi seperti keinginan itu. Yang diharapkan ‘berhasil nyatanya gagal; yang diharapkan gagal dan tak berkembang, mesti terhenti (dihentikan) gerak-gerak kehidupannya malah sebaliknya sukses dan ada di jalan meyakinkan.’

DI JALAN ke Emaus, Yesus mesti membuka ‘hati dan pikiran’ kedua murid itu untuk berjalan dalam gema Penyelenggaraan dan Rencana Tuhan. Kedua murid itu dituntun untuk tinggalkan segala harapan, keinginan dan kerinduan sendiri untuk masuk dan berada dalam ‘pikiran dan skenario ilahi.’

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN