Ngaku Dimarahi Jokowi, Fahri Hamzah Sebut Sudirman Said Dipecat, Salahnya Fatal

Jakarta, infopertama.com – Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Fahri Hamzah buka suara terkait pernyataan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Sudirman Said yang mengaku sempat dimarahi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Fahri mengatakan Sudirman kehilangan posisinya sebagai menteri di Kabinet Kerja akibat mengeluarkan rekomendasi perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia (PTFI).

“Menteri yang dipecat Jokowi saat itu tidak bisa membela diri karena memang salah,” kata Fahri, Sabtu (2/12/2023).

Fahri mengatakan saat itu Sudirman mencatut nama Presiden Jokowi dengan membuat surat kepada Freeport pada 7 Oktober 2015, bahwa mereka tetap bisa melanjutkan usaha penambangannya setelah 2021. Surat itu, diduga dipaksa dibuat agar saham Freeport naik, yang juga menyebabkan kerugian negara.

“Yang perlu digarisbawahi adalah kelakuan mereka sebagai anggota kabinet yang pada saat itu pastilah hasil dari evaluasi terhadap kinerja mereka secara menyeluruh. Memang saya mendengar pada waktu itu para menteri banyak yang tidak perform terhadap tugas yang diberikan kepada mereka. Atau mengambil keputusan tanpa berkoordinasi dengan presiden padahal keputusannya strategis,” ungkap Fahri.

“Jadi sangat tidak etis kalau mereka menggunakan isu kontroversial yang tidak ada hubungannya dengan pemberhentian mereka sebagai dasar. Karena sesungguhnya tugas seorang menteri adalah loyal 100% kepada presiden dan melaksanakan semua tugas yang diperintahkan oleh presiden,” tambah Fahri, yang juga menjabat sebagai wakil ketua umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) itu.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel