“Hingga saat ini kapasitas terpasang EBT di Flores sebesar 20 MW atau setara 10,5% dari total kapasitas terpasang saat ini,” kata Rendroyoko.

Lebih lanjut Rendroyoko menjelaskan bahwa sesuai dengan RUPTL (Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik) PLN akan membangun lebih banyak PLTP tersebar di Pulau Flores. Di antaranya adalah PLTP Sokoria 6x5MW, PLTP Ulumbu 5 sebesar 20 MW, PLTP Ulumbu 6 sebesar 20 MW. Lalu, PLTP Mataloko 2×10 MW, PLTP Oka Ile Ange 10 MW dan PLTP Atadei 10 MW. Total rencana penambahan energi listrik melalui pembangkit panas bumi atau geothermal adalah sebesar 115 MW di tahun 2028.
Pembangunan infrastruktur kelistrikan di Pulau Flores, jelas Rendroyoko bertujuan untuk mencapai target Rasio Elektrifikasi 100% pada tahun 2020. Selain itu, juga akan mendukung pertumbuhan investasi serta pembangunan perekonomian di Flores.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







