Mewartakan Injil

Mewartakan Injil

Pesta Sto Fransiskus Xaverius, Imam & Pelindung Misi
Jumat, 3 Desember 2021
1Korintus 9: 16-19.22-23;Markus 16: 15-20

Orang yang percaya Tuhan Yesus tidak bebas dari tanggung jawab. Tanggung jawab itu adalah mewartakan Injil. Rasul Paulus menjadi contoh utama dalam tanggung jawab ini. Ia berkata: “Jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk menegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil” (1Kor 9: 16).

Dari kata-katanya, mewartakan Injil adalah kewajiban atau keharusan bagi Rasul Paulus. Karena itu dia merasa celaka dan tidak nyaman apabila dia tidak mewartakan Injil.

Seperti Rasul Paulus, kita semua yang percaya akan Tuhan tidak bisa berpangku tangan. Kita mesti giat dan aktif untuk mewartakan Injil. Injil tidak akan didengarkan oleh orang lain bila kita berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa. Kita perlu seperti Rasul Paulus merasa wajib dan mewajibkan diri untuk memberitakan dan menyebarkan Injil ke mana-mana dan kepada siapa saja.

Sebab itu marilah kita semua bangun dan bergerak bersama untuk mewartakan Injil. Caranya tidak saja melalui mulut kita atau kata-kata kita, tetapi juga melalui hidup kita, sikap dan perilaku kita. Nilai-nilai Injil mesti meresapi hati dan budi kita dan mesti menjiwai seluruh hidup kita.

Dengan begitu hidup kita seutuhnya menjadi ungkapan dan penampakan Injil. Dengan kata lain, Injil dapat dilihat dan disaksikan dalam hidup kita. Atau hidup kita memancarkan terang Injil kepada orang lain dan orang lain dapat melihat dan menyaksikan Injil dalam diri dan hidup kita.

Kita mesti menjadi Injil yang hidup bagi siapa saja seperti Santo Fransiskus Xaverius seorang pelindung misi dalam Gereja dan bagi masyarakat.

Doaku dan berkat Tuhan
Mgr Hubertus Leteng

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV