Menyadari Keberadaan yang Indah

Narasi Manipulatif

Anda tetap nekat membangunkan mereka? Boleh. Silakan. Tetapi, jangan Anda persepsikan sebagai pahlawan yang berhasil membangunkan mereka.

Jika berpikir begitu, Anda sedang dalam siksaan oleh persepsimu sendiri. Anda akan sangat kecewa. Sebab, bisa-bisa Anda akan mereka cap sebagai orang yang tidak punya hati untuk orang lain, orang yang tidak bersolider, atau tidak berempati dengan orang lain.

Bahkan Anda akan dicap sebagai pengkhianat demi kepentingan opportunistik, sambil mereka menepuk dada seolah-olah sebagai pahlawan atau malaekat penolong bagi orang kecil, miskin, lemah dan tak berdaya.

Lalu bagaimana sebaiknya? Katakan saja begini pada dirimu sendiri: “Urusan saya adalah melakukan apa yang ingin saya lakukan: menarikan tarian saya, membangunkan kamu.

Bila Anda memperoleh manfaat dari apa yang saya lakukan, syukurlah”. Tetapi, kalau ternyata mereka yang tertidur itu, yang hendak Anda bangunkan itu justru merasa tidak ada manfaatnya? Ya, katakan: “Sayang sekali!”

Benar kata pepatah Arab: “Sifat hujan pada dasarnya sama. Bisa membuat semak berduri tumbuh di rawa-rawa. Tetapi pada saat yang sama, hujan bisa membuat bunga-bunga tumbuh di taman Anda”.

Maka, katakan kepada diri Anda: Ini adalah keberadaan yang indah. Saya rangkul dan menghidupinya dalam hidup harianku. Saya tidak mau dikendalikan oleh ilusi dan persepsiku yang salah yang selalu membelengguku.

Jakarta, 7 Mei 2023

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel