Di Indonesia secara umum bahwa obat itu belum disadari secara penuh. Lantas, ada apa di balik ini semua dan apakah rahasia itu sebenarnya?
Kesehatan mental erat dengan kata mens sana in corpora sano mengandung makna filosofis yang tinggi dan inilah senjata untuk melawan covid-19 di seluruh dunia. Senjata ini tidak membutuhkan biaya sama sekali, sederhana bahkan tidak menghancurkan tatanan kehidupan di bidang ilmu dan pengetahuan lainnya.
Bahkan muncul dalam seluruh realitas kehidupan manusia secara penuh tanpa memengaruhi tatanan lainnya. Berdasarkan pada konsep sederhana ini, tawaran bagi kita orang Indonesia secara umum dan khususnya NTT, Apakah kita mau sehat dan apakah kita sudah sadar untuk meninggalkan virus mematikan ini?
Kesehatan Mental dan Kesadaran Diri
Kesehatan mental muncul dari sebuah kesadaran. Kesadaran diri dimulai dari dalam diri sendiri, atau persona yang sadar. Filsuf besar Rene Descartes mengatakan: Cogito ergo sum, artinya Aku berpikir maka aku Ada. Menegaskan kepada manusia bahwa manusia mampu berpikir dan tentunya dengan berpikir ia mampu membawa dirinya kepada kesadaran tentang dirinya.
Tentu hal ini membawa manusia untuk salalu merawat NKRI yang sudah dibekali ratio, akal budi untuk bisa membela kehidupannya. Keyakinan besar untuk mengatakan aku, kamu, kita harus sehat, seyogianya dikumandangkan oleh setiap pribadi manusia di bumi pertiwi ini.
Inilah senjata yang paling ampuh dan tidak mebutuhkan biaya di dunia ini. Keyakinan diri sebagai persona yang sehat menjadi sebuah ungkapan untuk melakukan pola hidup yang sehat dengan tetap mengikuti protokol kesehatan serta mengonsumsi obat-obatan baik melalui suntikan atau tablet tentu sebagai penegasan bahwa aku harus bisa sehat bagi yang lain.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







