“Cecak kering dalam keadaan utuh itu istilahnya grade A,” jelas laki-laki berusia 54 tahun tersebut.
Dapatkan dari Pengepul
Sugandi mengaku sudah memiliki koneksi dengan pengepul yang mendapatkan cecak-cecak dari Cirebon, Indramayu, Karawang, dan daerah-daerah sekitarnya. Cecak basah ia beli dengan harga Rp52 ribu.
Cecak-cecak ini kemudian dicuci sampai bersih dari kotoran. Setelahnya, hewan berukuran kecil ini jemur seharian. Meski sudah jemur, cecak-cecak ini masih dalam kondisi setengah kering.

Hewan ini pun kemudian ia masukkan ke dalam oven untuk dipanaskan dari malam hingga pagi. Esok harinya, cecak sudah benar-benar kering dan masukkan ke dalam wadah plastik bening.
Setiap harinya, setidaknya Sugandi memproduksi 40 kg cecak kering. Tapi, cecak-cecak tersebut tidak langsung ia jual ke Tiongkok. Ia mengumpulkannya terlebih dahulu sampai membuat satu kontainer penuh.
Sejak merintisnya pada 2009, bisnis cecak kering Sugandi terus berkembang. Kini, bersama dengan bantuan ibu-ibu setempat, ia mampu menghasilkan cecak kering siap ekspor lebih dari 1 ton setiap bulan. Omzet bisnis cecak kering ini pun fantastis, mencapai ratusan juta rupiah per bulan.***
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







