Terkait pertanyaan ini, saya harus menjawabnya secara obyektif bahwa mes-rumah kontrakan berfokus di wilayah Desa Ponggeok semata karena alasan kelayakan rumah. Harus jujur dikatakan bahwa di wilayah Desa Wewo masih belum memadai rumah-rumah yang layak huni; terutama terkait ukuran rumah. Kalau diperhatikan para pekerja musiman PLTP Ulumbu tersebut biasanya memakai rumah yang berukuran super luas. Ya maklumlah, namanya juga pertimbangan bisnis.

Selain soal mes, kendaraan yang disewakan untuk transportasi para pekerja musiman PLTP Ulumbu yang datang hampir setiap bulan tersebut, juga awalnya menyewa kendaraan (mobil) dari masyarakat sekitar terutama masyarakat. Tentu saja ini sangat membantu peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Siklus perekonomian yang terjadi selama ini, sebagaimana yang telah disampaikan menunjukan bagaimana PLTP Ulumbu selama ini benar-benar membantu peningkatan perekonomian masyarakat sekitar, terutama masyarakat Desa Wewo dan Ponggeok.
Namun demikian, beberapa bulan terakhir siklus perekonomian yang menjanjikan seperti yang telah terbangun selama ini tidak lagi ada.Kira-kira sudah dua bulan lamanya, mes yang dipakai oleh para pekerja PLTP Ulumbu tidak lagi berlokasi di Desa Wewo dan Ponggeok. Mereka telah berpindah ke Ruteng. Begitu pula soal kendaraan. Hampir semua kendaraan yang disewakan kini tidak lagi memakai kendaraan masyarakat sekitar.
Kalau kita melihat fakta ini secara akal sehat, maka kita akan menemukan ironi yang begitu ironis. Bagaimana tidak, jarak yang ditempuh dari Ruteng-PLTP Ulumbu memakan waktu yang terbilang lama dan jauh. Tentu juga memakan biaya transportasi yang begitu mahal. Pertanyaannya sekarang adalah mengapa hal seperti ini terjadi? Untuk menjawab pertanyaan ini, mungkin hanya PLTP Ulumbu yang tahu persis jawabannya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







