Matahari Buatan Terbesar Dunia Menyala di Jepang, Libatkan 500 Ilmuwan

“Ini adalah hasil kolaborasi antara lebih dari 500 ilmuwan dan insinyur serta lebih dari 70 perusahaan di seluruh Eropa dan Jepang,” kata Davis saat peresmian.

Komisaris energi Uni Eropa Kadri Simson mengatakan JT-60SA adalah tokamak paling canggih di dunia. Ia menyebut dimulainya operasi JT-60SA adalah sebuah tonggak sejarah fusi.

“Fusi berpotensi menjadi komponen kunci bauran energi pada paruh kedua abad ini,” tambah Simson.

Prestasi perolehan energi bersih berhasil dicapai pada bulan Desember lalu di National Ignition Facility di Lawrence Livermore National Laboratory di Amerika Serikat, rumah bagi laser terbesar di dunia.

Fasilitas AS menggunakan metode yang berbeda dengan ITER dan JT-60SA yang dikenal sebagai fusi kurungan inersia. Yakni tempat laser berenergi tinggi diarahkan secara bersamaan ke dalam silinder berukuran bidal yang berisi hidrogen.

Pemerintah AS menyebut hasil ini sebagai pencapaian penting dalam upaya mencari sumber listrik yang bersih dan tidak terbatas. Serta, mengakhiri ketergantungan pada bahan bakar fosil yang mengeluarkan karbon penyebab perubahan iklim serta pergolakan geopolitik.

Berbeda dengan fisi, fusi tidak menimbulkan risiko bencana nuklir seperti yang terjadi di Fukushima, Jepang pada tahun 2011. Fisi nuklir juga diklaim lebih sedikit menghasilkan limbah radioaktif dibandingkan pembangkit listrik saat ini.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel