Mata Rakyat Lebih Mudah Melihat Infrastruktur daripada Kualitas Demokrasi

Kaum elite mau dan mampu melihat sesuatu yang abstrak; sedangkan kalangan bawah mungkin bukannya tidak mau, tetapi mereka tidak mampu melihat hal-hal abstrak dengan jelas.

Jalan tol, jembatan, pasar, bendungan, pelabuhan, bandara, dan bangunan megah pos perbatasan adalah contoh sesuatu yang mudah dan jelas untuk dilihat mata.

Sebaliknya, demokrasi, otoritarian, dan dinasti politik adalah hal abstrak, hal yang tidak bisa dilihat mata atau dikecap lidah.

Bagi kalangan bawah, stimulus paling kuat adalah hal-hal yang jelas memukau secara visual. Inilah yang akan menarik perhatian untuk banyak orang dari kalangan bawah.

Kalangan bawah bukannya tidak tahu tentang demokrasi atau politik, tetapi itu bukan sesuatu yang nyata bagi mereka. Demokrasi dan politik adalah sesuatu yang nyata di alam pikir dan aktivitas mental kaum elite. Hal ini membuat kesenjangan perhatian antara dua kaum ini.

Bagi kalangan bawah, pemerintahan Presiden Jokowi dianggap telah melakukan pekerjaan yang bagus dengan berbagai pembangunan hal nyata yang dapat dilihat.

Hal ini dapat dibaca dari hasil survei Litbang Kompas bahwa 73,5 persen responden survei puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Jokowi.

Orang-orang yang puas ini banyak dari kelompok sosial menengah kebawah, berpendidikan rendah, dan tinggal di pedesaan. Hasil survei ini jelas menunjukkan apa yang diperhatikan kalangan bawah berbeda dengan kaum elite.

Bagi kaum elite, Presiden Jokowi dan kelompoknya (termasuk di dalamnya Prabowo – Gibran) dianggap telah merusak tatanan demokrasi. Salah satunya melalui peristiwa putusan MK Nomor 90 Tahun 2023.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel