Cepat, Lugas dan Berimbang
Berita  

Lejong (bertamu) Sebagai Cara Menciptakan Perubahan Cara Berpikir

“Kami turun ke kelompok-kelompok tani dampingan lembaga ini, berdikusi dengan mereka, belajar literasi keuangan, dan berkunjungan ke kebun sayur-sayuran. Para Petani terlihat sangat antusias dan percaya diri menjalankan usaha sayur-sayuran sebagai salah satu sumber pendapatan mereka.”

Ternyata pencapaian ini, ujarnya, merupakan buah dari pendekatan lejong yang telah lama diterapkan oleh staf lapangan dari Yayasan Ayo Indonesia dalam pendampingan petani sayur-sayuran. Berangkat dari pengalaman lapangan ini, lanjut Esta, mendorongnya melakukan suatu penilitian untuk skripsinya.

Pada diskusi tersebut, Esta menyampaikan bahwa meski data belum selesai dianalisis. Namun, bisa dikatakan lejong telah memberi pengaruh yang baik terhadap peningkatan pengetahuan/ keterampilan dari para petani terkait usaha sayur-sayuran untuk ekonomi. Mereka telah menerapkan pemasaran dengan sistem jaringan sehingga pola tanam mereka berorientasi pada kebutuhan pasar dan konsistensi produksi terjaga. “Sehingga ke depan, pendekatan lejong harus diterapkan kepada semua kelompok tani. Ini untuk meningkatkan motivasi dalam berusaha tani, kemandirian atau mengurangi ketergantungan mereka pada bantuan pihak pemerintah dalam proses produksi,” saran Esta asal kampung Waso ini.

Lejong
Esta yang lejong ke kebun milik petani membahas berbagai hal dalam tujuan meningkatkan taraf ekonomi dari bertani sayur-sayuran (ist)

Sudut pandang Yayasan Ayo Indonesia tentang Lejong sebagai pendekatan

Yayasan Ayo Indonesia, jelas Richardus Roden Urut, Manager Program, memandang lejong tidak hanya dimaknai sebagai perjumpaan saja, antara dua orang atau lebih petani. Tetapi lejong sebagai wadah berkumpul milik petani untuk berpikir bagaimana melalui pertanian mereka bisa hidup berkecukupan. “Maka yang dilakukan selama lejong, adalah bersama para petani mengidentifikasi persoalan-persoalan (internal dan eksternal), melihat kekuatan kekuatan, kelemahan, ancaman, peluang. Dan, kemudian merumuskan aksi atau kegiatan untuk mewujudkan tujuan.”

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN