Uku menegaskan bahwa ia dan warga Pisa lainnya benar-benar sangat marah terhadap Bupati.
“Kami sudah kasih tanah gratis, begitu ada masalah Bupatinya malah masa bodoh. Malah dia suruh Camat dan Lurah yang ketemu kami. Padahal saat awal negosiasi (hibah tanah untuk pembuatan jalan Aemali – Danga) Bupati ada. Begitu ada masalah dia malah menghindar,” bebernya.
Tutup Total jika Masih Ingkar Janji
Warga Kampung Pisa kemudian membuka lagi akses jalan usai memblokirnya setelah ada kesepakatan dalam negoisasi warga dengan Camat, Lurah, dan Kasat Pol PP. Tapi dengan catatan bahwa tanggal 4 Januari 2022, Pemda Nagekeo dan warga akan bertemu guna mencari solusi atas masalah yang ada.
“Jika sampai tanggal 4 Januari 2022 belum juga ada titik temu, maka jalan ini akan kami tutup total,” tegasnya.
Kesepakatan Harus Realisasi
Camat Aesesa, Yakobus Laga Kota, SH, mengatakan, pihaknya telah bernegoisasi dengan warga dan mereka telah membuka kembali pemblokiran jalan Aemali-Danga.
“Saya bersama Lurah Dhawe dan Kasat Pol PP sudah menemui langsung para pemilik lahan. Dari hasil negosiasi itu mereka hanya menuntut agar poin kesepakatan (dalam berita acara) harus direalisasi,” paparnya.
“Saya berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Tadi saya sudah ketemu langsung dengan Bapak Matheus Uku dan Bapak Kornelis Jepa. Kami bicara dari hati ke hati dan apa yang mereka lakukan hari ini adalah sebagai bentuk kecewa kepada kami sebagai pemerintah,” pungkasnya.***
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





