Cepat, Lugas dan Berimbang

Klarifikasi Wakil Dekan UIN STS Jambi, Bantah Selingkuhi Mahasiswi

Dalam perkembangan situasi, kelompok tersebut ternyata mengetahui keberadaan saya dan rekan-rekan di salah satu rumah kos di wilayah Telanaipura, dan kemudian mendatangi lokasi tersebut. Kondisi yang terjadi saat itu menimbulkan tekanan psikologis berupa rasa cemas dan ketakutan, mengingat jumlah mereka yang cukup banyak serta adanya teriakan yang ditujukan kepada saya.

Dalam situasi tersebut, sekitar pukul 17.00 WIB, saya bersama saudara J mengambil langkah untuk menghindari potensi konflik dengan berlindung di dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar kos tersebut. Tindakan ini semata-mata dilakukan sebagai bentuk perlindungan diri guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Saya merasa sangat terkejut ketika kemudian dipaksa keluar, dan pada saat itu telah hadir pihak keluarga saya dan kelompok yang berselisih dengan saya, serta sejumlah media yang seolah telah berada di lokasi sebelumnya. Kondisi ini kemudian memunculkan narasi di ruang publik yang menyudutkan saya, seolah-olah saya berada hanya berdua dengan saudari D dan diduga melakukan perbuatan yang tidak patut, sebagaimana diberitakan.

Perlu saya luruskan secara tegas bahwa pada saat kejadian tersebut, saya tidak berada dalam situasi sebagaimana yang dituduhkan. Saya bersama saudara J berada dalam kondisi bersembunyi karena kekhawatiran akan terjadinya bentrokan fisik, dan kehadiran saudari D merupakan bagian dari pertemuan awal yang bersifat profesional.

Kehadiran saudara J sendiri sejak awal dimaksudkan sebagai bentuk kehati-hatian, agar setiap interaksi tetap berada dalam koridor profesional serta meminimalisasi potensi kesalahpahaman.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN