Ketika Kesepian Mengajarkan Cara Berpura-pura Mencintai

Ini bukan cinta. Ini kesepian yang sedang mencari sandaran.

Fenomena TikTok Live & Gift: Psikologi Timbal Balik

Di live TikTok, pola ini naik level. Secara psikologi, ada yang namanya reciprocity effect, yakni ketika seseorang memberi perhatian, otak kita terdorong untuk membalas.

Wanita di live biasanya memanggil nama “Macina abang”

Memuji “abang lope lope sekebon”

Tertawa manis menggoda dan menggunakan kata-kata sanjungan.

Sementara di sisi sebelah, Laki-laki di layar live Tiktok merasa diperhatikan, merasa dihargai dan naik level, bahkan merasa “spesial”.

Lalu otak laki-laki berkata: “Wah, dia beda… dia perhatian…”

Dan… brolllll – tebar saweran

Gift meluncur. Dompet terbuka. Logika pingsan.

Padahal kenyataannya, itu tampilan saat live, itu konten, itu pola psikologis, bukan hubungan personal

Begitu live mati… Perhatian ikut mati.

Psikologi Laki-laki: Pujian Itu Tombol Rahasia

Mari jujur. Laki-laki itu lemah di pujian.

Dipuji sedikit semisal “Abang ganteng”, “Abang baik”,  “Abang beda” maka akan langsung dada naik, ego senyum, dompet refleks buka.

Bukan karena bodoh. Tapi karena otak pria sangat responsif terhadap penghargaan verbal, apalagi kalau di rumah jarang dapat.

Masalahnya, banyak yang lupa kalau Ini bukan cinta. Ini panggung. Ini peran.

Pesan untuk Emak-Emak: Sadari Polanya

Sekali lagi, tidak semua emak-emak seperti ini.

Tapi kalau kamu merasa:

Sering mencari perhatian di live

Sering menikmati dipuja

Sering merasa “diperhatikan” orang asing.

Tanya jujur ke diri sendiri:

Aku lagi cinta… atau lagi sepi?

Kalau masih punya pasangan: Ingat, ada hati yang harus dijaga.

Kesepian jangan dicari obatnya di tempat yang salah.

Laman: 1 2 3

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses