Kembangkan Ayam Petelur, BUMdes Ruang Target Supplier Manggarai

Menurutnya, budidaya ayam petelur merupakan sektor usaha desa dengan prospek terbesar di Kabupaten Manggarai, sehingga penguatan infrastruktur menjadi langkah strategis untuk menjawab permintaan pasar yang terus tumbuh. “Dana yang sudah masuk ke rekening mencapai 70 persen, dan saat ini kami dalam proses pengajuan tahap kedua sebesar 30 persen atau sekitar Rp105 juta,” ujar drh. Gundasalfus.

Berdasarkan data yang dihimpun, Gundasalfus mengungkapkan bahwa kebutuhan telur ayam lokal segar di Kabupaten Manggarai diperkirakan mencapai 102 ton per hari, sementara ketersediaan saat ini baru sekitar 7 ton. “Ini artinya ada kebutuhan telur yang cukup tinggi di kabupaten Manggarai,” katanya.

Melihat peluang tersebut, BUMDes Ruang terus berupaya memaksimalkan potensi usaha ayam petelur agar ke depan dapat menjadi salah satu pemasok utama telur lokal di daerah ini. Motivasi inilah yang mendorong pengembangan usaha, termasuk dengan pemanfaatan dana investasi untuk membangun kandang baru dan menambah kapasitas produksi hingga 1.000 ekor ayam tambahan, sehingga total populasi ayam petelur ditargetkan mencapai 1.300 ekor.

Selama ini, pasokan telur di wilayah Manggarai masih sangat bergantung dari luar daerah. Hal ini menyebabkan penurunan kualitas karena proses distribusi yang memakan waktu. “Karena jarak distribusinya cukup jauh, waktu tempuhnya lama, sehingga kualitas telur bisa menurun,” katanya.

Ia menambahkan, idealnya masa simpan telur hanya sekitar 14 hari. Setelah melewati batas tersebut, kualitas telur mulai menurun dan kurang layak konsumsi. Ia berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Kementerian Desa untuk memperluas populasi ayam petelur.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel