“Saya mengapresiasi film yang diluncurkan hari ini. Ini menjadi wadah komunikasi antara PLN yang menjalankan PSN dengan masyarakat, sekaligus memperkuat harmoni bersama Pos Kupang dan Tribun EO,” ujarnya.
Menurut Henry, pendekatan sosialisasi melalui medium film dan komunikasi digital merupakan langkah strategis agar pesan pembangunan dapat diterima secara utuh oleh masyarakat.
“Kami berharap komunikasi ini menjadi titik temu, sehingga NTT benar-benar menjadi ‘matahari’ dengan energi untuk melanjutkan pembangunan,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan perlu diiringi komunikasi terbuka dan kolaboratif agar tercipta situasi yang kondusif di tengah masyarakat.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Pos Kupang Dion D.B. Putra menjelaskan bahwa dokumenter “Matahari dalam Tanah” merupakan karya sineas muda NTT yang dipersembahkan Tribun EO bersama PLN UPP Nusra 3 dan Pos Kupang. Film ini diharapkan memberi pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat mengenai proyek geothermal.
“Film ini adalah ruang dengar. Bukan hanya untuk suara pemerintah atau perusahaan, tetapi juga suara warga. Semua suara diserap,” ujarnya.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa kehadiran film tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN membangun komunikasi yang transparan dan partisipatif dengan masyarakat.
“Melalui film ini, kami ingin menunjukkan bahwa PLN membuka ruang dialog, mendengar aspirasi, serta memastikan pembangunan energi bersih berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ujar Rizki.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan